Bab 1 Pendahuluan Umum

1.1 Analisis Instruksional

analisis1

Leave a comment »

Garis-Garis Besar Program Pengajaran

Garis-Garis Besar Program Pengajaran

JUDUL MATA KULIAH : Pemuliaan Tanaman Terapan
NOMER KODE : AGH 410
SKS : 3 (2-3)
SEMESTER : 7
MATA KULIAH PRASYARAT : Dasar Pemuliaan Tanaman, Perancangan Percobaan
DESKRIPSI SINGKAT : Mata kuliah ini menjelaskan metode perakitan kultivar unggul yang adaptif dan stabil secara efektif dan efisien, mencakup tahap pembentukan keragaman genetik, seleksi dan pengujiannya, teknik konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan, serta pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode dalam tiap tahap kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit kultivar unggul yang stabil dan adaptif secara efektif dan efisien, dari pembentukan populasi, seleksi, hingga pengujian, serta metode konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan dan pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman.
No Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Waktu Pustaka
1 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan tahap-tahap pemuliaan tanaman dan rambu-rambu pada tiap tahap pemuliaan tanaman Pendahuluan - Tahap-tahap pemuliaan tanaman

- Rambu-rambu tahap-tahap pemuliaan tanaman

2 x 50 menit 1, 2, 4,
2 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan karakteristik genetik populasi Karakteristik genetik populasi - Konstitusi genetik populasi dan penyebab perubahannya

- Konsep nilai, ragam, dan hubungan

2 x 50 menit 1, 2, 4, 15
3 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan teknik-teknik pembentukan keragaman genetik populasi bahan seleksi dan pengujiannya Pembentukan keragaman genetik dan pengujiannya - Metode pembentukan keragaman genetik populasi bahan seleksi: hibridisasi intra dan interspesifik, eksplorasi, introduksi, mutasi induksi, manipulasi kromosom dan poliploidi, hibridisasi somatik, transfer gen

- Pengujian nilai tengah, ragam, pendugaan heritabilitas

2 x 50 menit 1, 2, 7, 8
4 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode pencatatan, penomoran, dan pelabelan genotipe Pencatatan, penomoran, dan pelabelan - Pencatatan bahan kegenetikaan

- Penomoran bahan kegenetikaan

- Pelabelan bahan kegenetikaan

2 x 50 menit 14
5 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode seleksi dan pertimbangan penggunaannya Seleksi berdasarkan karakter kriteria seleksi - Pertimbangan penggunaan metode seleksi

- Seleksi langsung: seleksi karakter tunggal, seleksi beberapa karakter (seleksi simultan, seleksi indeks)

- Seleksi tidak langsung: korelasi antar karakter, analisis peragam untuk menduga korelasi genetik, analisis lintas, respon terkorelasi

4 x 50 menit 1, 4, 6, 9
6 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode pendugaan parameter genetik dan metode penanganan populasi bahan seleksi generasi awal maupun generasi lanjut Pengujian bahan kegenetikaan - Metode pendugaan parameter genetik

- Penanganan populasi generasi awal: rancangan kisi untuk penghomogenan lingkungan, grup rancangan kelompok berimbang untuk penghomogenan bahan kegenetikaan, rata-rata bergerak dan analisis peragam untuk koreksi data berdasarkan pengamatan sekitarnya, disain augmented untuk pengujian tanpa ulangan

- Penanganan populasi generasi lanjut: uji daya hasil pendahuluan (UDHP) dan uji daya hasil lanjutan (UDHL), uji multi lokasi

4 x 50 menit 2, 6, 14, 15
7 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan bentuk interaksi G*E dan implikasinya terhadap program pemuliaan serta metode analisis G*E untuk memperoleh genotipe stabil dan adaptif Pengujian stabilitas dan adaptabilitas genotipe (interaksi G*E) - Bentuk-bentuk interaksi G*E

- Implikasi G*E terhadap program pemuliaan

- Model untuk menganalisis G*E: analisis ragam, regresi, metode non-parametrik, metode multivariat (jarak Euclidean, dendrogram kemiripan genotipe, AMMI = Additive Main effect Multiplicative Interaction)

4 x 50 menit 1, 3, 5, 10, 13
8 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman biotik dan/atau abiotik, serta pemuliaan partisipatif (Participatory breeding) Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman dan pemuliaan partisipatif - Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman biotik: bentuk-bentuk adaptasi, sumber gen adaptif, strategi pemuliaan, problematika

- Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman abiotik: bentuk-bentuk adaptasi, sumber gen adaptif, strategi pemuliaan, problematika

- Pemuliaan partisipatif (Participatory breeding)

4 x 50 menit 10, 11
9 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman Pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman - Bioteknologi untuk pembentukan keragaman genetik

- Marker assisted selection

2 x 50 menit 14
10 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode dalam konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan Konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan - Metode konservasi plasma nutfah

- Laboratorium sumber daya plasma nutfah nasional

- Jaringan internasional untuk konservasi SDG

2 x 50 menit 14

PUSTAKA

1. Allard, R.W. 15%0. Principles of Plant Breeding. John Wiley & Sons, Inc., New York. 465 p.

2. Bari, A., S. Musa, dan E. Sjamsudin. 1974. Diktat Pengantar Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian IPB, Bogor. 83 hal.

3. Eberhart, S.A. and W.L. Russel. 15%6. Stability parameters for comparing varieties. Crop Sci. 6:36-40.

4. Falconer, D.S. 15%0. Introduction to Quantitative Genetics. Longman, London. 365 p.

5. Finlay, K.W. and G.N. Wilkinson. 15%3. The analysis of adaptation in a plant breeding programme. Australian J. Agric. Res. 14:742-754.

6. Gomez, K.A. dan A.A. Gomez. 1995. Prosedur Statistika untuk Penelitian Pertanian (diterjemahkan oleh E. Sjamsudin dan J.S. Baharsjah). Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. 698 hal.

7. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 3: Sources of variation). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

8. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 4: Assessment of variation). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

9. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 6: Selection methods). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

10. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 7: Adaptation). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

11. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 8: Specific trait breeding). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

12. Mak, C., B.L. Haveys, and J.D. Berdahl. 1978. An evaluation of control plot and moving means for error control in barley nurseries. Crp Sci. 18:870-873.

13. Perkins, J.M. and J.L. Jinks. 15%8. Environmental and genotype environmental components of variability III. Multiple lines and crosses. Heredity 23:339-356.

14. Phoelman, J.M and D.A. Sleper. 1995. Breeding Field Crops. Iowa State Univ. Press. Ames, Iowa. 494p.

15. Poespodarsono, S. 1988. Dasar-dasar ilmu pemuliaan tanaman. PAU-LSI IPB, Bogor. 169 hal.

Leave a comment »

Kontrak Perkuliahan


1.3 KONTRAK PERKULIAHAN

Judul MataKuliah : Pemuliaan Tanaman Terapan
Nomor Kode / SKS : AGH 410 / 3 (2-1)
Semester : Ganjil (tujuh)
Deskripsi Singkat Mata kuliah ini menjelaskan metode perakitan kultivar unggul yang adaptif dan stabil secara efektif dan efisien, mencakup tahap pembentukan keragaman genetik, seleksi dan pengujiannya, teknik konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan, serta pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman.
Pengajar : - Yudiwanti, Dr MS Ir

- Endang Sjamsudin, MAgrSc Ir

- Desta Wirnas, Dr MSi SP

- Willy Bayuardi, MSi SP

Hari dan Tempat Pertemuan : Kuliah : Kamis 15.30-17.30 di OFAK4B12

Praktikum : Selasa 07 – 10 dan waktu lain sesuai kesepakatan, bertempat di lapangan, laboratorium, atau kelas, sesuai kebutuhan

Materi Kuliah : - Tahap-tahap pemuliaan tanaman
- Karakteristik genetik populasi
- Pembentukan keragaman genetik dan pengujiannya
- Seleksi berdasarkan karakter kritieria seleksi
- Pencatatan, penomoran, dan pelabelan bahan kegenetikaan
- Pengelolaan bahan kegenetikaan
- Pengujian stabilitas dan adaptabilitas genotipe (interaksi G*E)
- Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman
- Pemuliaan partisipatif
- Pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman
- Konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan
Pustaka : 1. Allard, R.W. 1960. Principles of Plant Breeding. John Wiley & Sons, Inc., New York. 465 p.

2. Almekinders, C.J.M. and A. Elings. 2001. Collaboration of farmers and breeders : participatory crop improvement in perspective. Euphytica 122: 425-438.

3. Banziger M. and M. Cooper. 2001. Breeding for low input conditions and consequences for participatory breding. Euphytica 122 : 503-519.

4. Bari, A., S. Musa, dan E. Sjamsudin. 1974. Diktat Pengantar Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian IPB, Bogor. 83 hal.

5. Falconer, D.S. 1960. Introduction to Quantitative Genetics. Longman, London. 365 p.

6. Finlay, K.W. and G.N. Wilkinson. 1963. The analysis of adaptation in a plant breeding programme. Australian J. Agric. Res. 14:742-754.

7. Gomez, K.A. dan A.A. Gomez. 1995. Prosedur Statistika untuk Penelitian Pertanian (diterjemahkan oleh E. Sjamsudin dan J.S. Baharsjah). Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. 698 hal.

8. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 3: Sources of variation). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

9. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 4: Assessment of variation). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

10. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 6: Selection methods). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

11. Hayward, M..D., N.O. Bosemark, dan I. Romagosa. 1993. Plant Breeding: Principles and Prospects (Part 8: Specific trait breeding). Chapman and Hall, London. 550 hlm.

12. Mak, C., B.L. Haveys, and J.D. Berdahl. 1978. An evaluation of control plot and moving means for error control in barley nurseries. Crop Sci. 18:870-873.

13. Phoelman, J.M and D.A. Sleper. 1995. Breeding Field Crops. Iowa State Univ. Press. Ames, Iowa. 494p.

14. Poespodarsono, S. 1988. Dasar-dasar ilmu pemuliaan tanaman. PAU-LSI IPB, Bogor. 169 hal.

Strategi Perkuliahan : Kuliah diberikan terutama dalam bentuk ceramah dengan bantuan LCD proyektor
Tugas-tugas : - Telaah makalah dalam bahasa Inggris

- Tugas-tugas lain sesuai kebutuhan

Penilaian : - UTS, UAS, praktikum: kuis, presentasi, laporan, serta tugas-tugas praktikum

- Bobot UTS dan UAS 60-70%, Praktikum dan tugas 30-40%, persentase ditetapkan berdasarkan nilai yang diperoleh mahasiswa

OUTLINE KULIAH PEMULIAAN TANAMAN TERAPAN TA 2008/2009

Tanggal TOPIK Dosen
28 Ags 2008 Pengantar YWE
04 Sep 2008 Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman ESJ
11 Sep 2008 Karakteristik Genetik Populasi
(Pembentukan Keragaman Genetik dan Pengujiannya)
(Seleksi Berdasarkan Karakter Kriteria Seleksi)
ESJ
18 Sep 2008 Pencatatan, penomoran, dan pelabelan ESJ/YWE
16 Okt 2008 Penanganan Populasi Generasi Awal ESJ/YWE
23 Okt 2008 Penanganan Populasi Generasi Awal ESJ/YWE
30 Okt 2008 Penanganan Populasi Generasi Lanjut ESJ/YWE
UTS (3-15 Nov 2008)
20 Nov 2008 Penanganan Populasi Generasi Lanjut ESJ/YWE
27 Nov 2008 Pengujian stabilitas dan adaptabilitas genotipe ESJ/YWE
04 Des 2008 Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman biotik YWE
11 Des 2008 Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman abiotik DWI
18 Des 2008 Pemuliaan tanaman partisipatif DWI
08 Jan 2009 Pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman DWI
15 Jan 2009 Konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan DWI
UAS (19-31 Jan 2008)

RINCIAN POKOK BAHASAN KULIAH PEMULIAAN TANAMAN TERAPAN
TA 2008/2009

No.
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
1 Pengantar - Kontrak perkuliahan
2 Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman - Tahap-tahap pemuliaan tanaman

- Rambu-rambu tahap-tahap pemuliaan tanaman

3 Karakteristik Genetik Populasi - Konstitusi genetik populasi dan penyebab perubahannya

- Konsep nilai, ragam, dan hubungan

4 Pembentukan Keragaman Genetik dan Pengujiannya - Metode pembentukan keragaman genetik

- Pengujian dan pendugaan heritabilitas

5 Seleksi Berdasarkan Karakter Kriteria Seleksi - Seleksi langsung

- Seleksi tak langsung

6 Pencatatan, penomoran, dan pelabelan - Pencatatan bahan kegenetikaan

- Penomoran bahan kegenetikaan

- Pelabelan bahan kegenetikaan

7 Penanganan Populasi Generasi Awal - Rancangan kisi untuk penghomogenan lingkungan,

- Grup rancangan kelompok berimbang untuk penghomogenan bahan  kegenetikaan,

- Rata-rata bergerak dan analisis peragam untuk koreksi data berdasarkan  pengamatan sekitarnya,

- Disain augmented untuk pengujian tanpa ulangan

8 Penanganan Populasi Generasi Lanjut - Uji daya hasil pendahuluan (UDHP)- Uji daya hasil lanjutan (UDHL)

- Uji multi lokasi

9 Pengujian stabilitas dan adaptabilitas genotipe (interaksi G*E) - Bentuk-bentuk interaksi G*E- Implikasi G*E terhadap program pemuliaan

- Model untuk menganalisis G*E: analisis ragam, regresi, metode non-parametrik, metode multivariat (jarak Euclidean, dendrogram kemiripan genotipe, AMMI = Additive Main effect Multiplicative Interaction)

10 Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman dan pemuliaan partisipatif - Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman biotik: bentuk-bentuk adaptasi, sumber gen adaptif, strategi pemuliaan, problematika

- Perakitan kultivar adaptif lingkungan bercekaman abiotik: bentuk-bentuk adaptasi, sumber gen adaptif, strategi pemuliaan, problematika

- Pemuliaan partisipatif (Participatory breeding)

11 Pemanfaatan bioteknologi dalam pemuliaan tanaman - Bioteknologi untuk pembentukan keragaman genetik

- Marker assisted selection

12 Konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan - Metode konservasi plasma nutfah

- Laboratorium sumber daya plasma nutfah nasional

- Jaringan internasional untuk konservasi SDG

Leave a comment »

Bab 2 Tahapan Pemuliaan Tanaman

Pokok Bahasan 2
Tahapan Pemuliaan Tanaman

Deskripsi

Memberikan rambu-rambu dalam tahap pemuliaan tanaman yang mencakup pembentukan populasi seleksi dan pengujian

Sub Pokok Bahasan

Pokok bahasan tahap-tahap pemuliaan tanaman akan mencakup dua sub pokok bahasan yaitu:

1. Konsep loko-gerbong
2. Rambu-rambu tahap-tahap pemuliaan tahanaman

Relevansi Pokok Bahasan

Pekerjaan pemuliaan tanaman untuk merakit suatu varietas unggul merupakan pekerjaan berkelanjutan, bahkan dapat overlaping dengan program pemuliaan lainnya. Dalam tiap tahapannya terdapat rambu-rambu umum yang perlu diketahui agar pekerjaan pemuliaan tanaman dapat mencapai sasaran.

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan rambu-rambu pada tahap-tahap pemuliaan tanaman.

Comments (2) »

Penutup

PENUTUP

  1. Setelah membaca materi dari pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami keseluruhan materi.
  2. Apabila pemahaman kurang dari 70%, mahasiswa diharapkan membaca ulang materi pokok bahasan ini.
  3. Pokok bahasan selanjutnya adalah tentang Karakteristik Genetik Populasi.
  4. Untuk memperjelas materi sesuai pokok bahasan atau menambah wawasan terkait dengan bahasan dalam sub-sub pokok bahasan, disediakan power point bahan ajar serta artikel relevan lainnya dalam format PDF.

Bahan Kuliah
Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman.pdf
Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman.pps

Leave a comment »

Konsep Loko-Gerbong

Sub Pokok Bahasan 2.1
Konsep Loko-Gerbong

Pemuliaan tanaman merupakan panduan antara seni dan ilmu dalam memperbaiki pola genetik dari populasi tanaman. Tujuan akhir setiap program pemuliaan tanaman adalah menghasilkan sifat-sifat yang lebih baik (unggul) dalam hal sifat-sifat tertentu. Tahap-tahap pemuliaan tanaman secara garis besar mencakup pembentukan populasi, seleksi, dan pengujian.

Pemuliaan tanaman bertujuan untuk mendapatkan varietas ungggul yang didefinisikan lebih baik karakter atau sifat-sifatnya. Hal ini dapat diidentikkan dengan perjalanan kereta api, katakanlah dari stasiun Jakarta menuju stasiun Surabaya. Tahapan pemuliaan tanaman dapat diibaratkan sebagai dua gerbong yang ditarik lokomotif. Gerbongnya adalah populasi bahan seleksi, yaitu yang keragaman genetiknya tinggi, sedangkan kedua gerbong berturut-turut adalah seleksi dan pengujian, seperti terlihat pada gambar di bawah ini

img2-1-12

Gambar Tahapan Pemuliaaan Tanaman: Konsep Loko-Gerbong

Pembentukan populasi merupakan lokomotif kegiatan pemuliaan tanaman. Hal tersebut karena tanpa populasi dengan keragaman genetik tinggi untuk karakter yang akan diseleksi, atau untuk karakter kualitatif adalah terdapat gen untuk karakter yang dikehendaki, maka tidak dapat dilakukan seleksi apalagi pengujian.

Kegiatan perakitan varietas baru dapat berlangsung tanpa hambatan, yaitu diperoleh populais dengan keragaman genetik tinggi untuk karakter yang dikehendaki, sehingga dapat dilakukan seleksi dan dilanjutkan dengan pengujian. Kondisi tersebut ibarat kereta api yang lancar perjalanannya dari Jakarta, yang menggambarkan awal kegiatan pemuliaan, hingga ke Surabaya, yang menggambarkan bahwa varietas baru telah terakit. Jkt-Sby klik di sini.

Dapat pula terjadi bahwa setelah dilakukan pembentukan populasi, ternyata keragaman genetik untuk karakter yang diinginkan rendah, sehingga kalaupun dilanjutkan maka target tidak akan tercapai. Menyikapi kondisi tersebut terdapat dua pilihan. Pertama, kegiatan pemuliaan dihentikan sama sekali dan diulangi lagi dari awal dengan membentuk populasi baru. Ke dua, populasi yang sudah ada diberdayakan dengan mengevaluasi kembali karakter-karakter yang potensial dikembangkan, sehingga dapat dirakit varietas baru dengan karakteristik lain, tidak seperti rencana semula. Kondisi ini dapat diibaratkan dengan perjalanan kereta api dari Jakarta tujuan Surabaya, tetapi jalur kereta putus sesudah Semarang, sehingga kereta berbelok arah dan sampai di Yogyakarta. Jkt-Jgy klik di sini.

Kondisi lain yang juga dapat terjadi adalah, tidak tersedia sumber gen untuk ditranfer ke tanaman melalui persilangan biasa. Pendekatan bioteknologi menyediakan penyelesaian untuk masalah ini, karena pendekatan tersebut memungkinkan transfer gen bahkan antar kingdom makhluk hidup yang berbeda sekalipun. Kondisi ini ibarat lokomotif yang tidak berfungsi sehingga digantikan pesawat terbang. Kereta diganti pesawat klik di sini. Tujuan Surabaya, yaitu terakit varietas baru, dapat dicapai. Meskipun demikian penggantian kereta api dengan pesawat memerlukan biaya yang mahal, disamping itu waktu tunggunya jauh lebih panjang meskipun waktu tempuhnya lebih singkat.

Pertanyaan yang perlu dicermati terkait dengan tahap-tahap pemuliaan tanaman adalah:

Apa kriteria masing-masing tahapan?

Sekarang kita sudah sampai dimana ?

Jika perlu beberapa pakar, bagaimana pengaturannya, kalau masinis kereta api perlu 3 orang apa semua naik dari Jakarta atau, naik satu-satu di Jakata, Cirebon dan Semarang ?

Apa cukup mulai dengan 1 populasi ?

Status kita sebagai pemulia, pejabat, atau petani ?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pertimbangan dalam melaksanakan kegiatan pemuliaan tanaman.

Leave a comment »

Rambu-rambu Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman

Sub Pokok
Bahasan 2.2

Rambu-rambu Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman

2.2.1 Pembentukan Populasi

  • Populasi dapat dibentuk melalui :koleksi, introduksi, persilangan, mutasi atau fusi; disini perlu konsepsi (loko perlu bahan bakar)
  • Dalam mengetahui populasi perlu parameter populasi (x, s2, α3 (skewness), α4(kurtosis), sebaran normal), sehingga kita punya keyakinan kuat populasi ini akan menghasilkan varietas unggul
    seperti didefinsikan.
  • Rancangan percobaan yang dapat digunakan dalam membentuk populasi ini membutuhkan asumsi, α, contoh : galat (εi) ~ NID (0, σ2), resiko-bias. Dalam hal ini, α = taraf nyata, 1- α = peluang (selang kepercayaan). Dalam biologi, * = 5 %, berbeda nyata dan ** = 1 %, berbeda sangat nyata. Skema rancangan percobaan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

img2-2-4

  • Kadang “populasi” yang kita miliki tidak cukup besar dengan kata lain kita hanya punya contoh yang ukurannya kecil sehingga tidak bisa mewakili populasi. Hal ini hanya bisa diatasi dengan memperbesar ukuran contoh sehingga memadai. Terkecuali memang masih sedang dalam proses dan
    kita ingin mengevaluasinya
  • Sifat yang diamati dalam populasi dahulu dilakukan pada sifat-sifat yang kasat mata seperti tinggi tanaman banyak anakan, panjang malai dan seterusnya. Saat kini lebih ke pengamatan mikro seperti kandungan protein, kandungan gula, kandungan minyak, dan seterusnya.
  • Sistem perkembangbiakan tanaman akan menentukan arah macam varietas yang akan dihasilkan :

img2-2-1

  • Pengertian genetic quantitative model, dimana ada beberapa konsepsi dimulai dari adanya hubungan kekerabatan baik regresi korelasi, maupun inbreeding, konsep nilai, ragam dan peragam, adanya sifat aditif dan dominan dimana dari tetua hanya diturunkan sifat aditif pada anak-anaknya, konsepsi persilangan yang didasari dari hubungan saudara sekandung (Full Sib) dan saudara tiri (Half Sib) yang kesemuanya mengandung besaran ragam aditif dan dominan.
  • Sewaktu menyusun skenario awal lebih baik dibentuk lebih dari satu populasiPemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas unggul sebenarnya didasari dari pengertian genetika Mendel yang bisa dikembangkan lewat labolatorium atau di lapangan yang masing-masaing memerlukan ilmu-ilmu dasar yang berkembang sangat berbeda, dari labolatorium akan dihasilkan plantlet sedang dari lapangan akan dihasilkan populasi, keduanya sebelum dilepas menjadi varietas harus melalui uji adaptabilitas dan stabilitas, yang akhir-akhir ini oleh pemulia lebih dipersoalkan mana uji yang
    memiliki repeatabilitas yang tinggi.

2.2.2 Melakukan Seleksi

  • Seleksi dalam hal ini mencakup seleksi untuk memilih tetua atau galur pada populasi bersegregasi
  • Rancangan percobaan yang digunakan, bisa RAL, RKLT, RBSL, RPT, Rancangan Kisi mapun Rancangan Augmented, sesuai dengan situasi dan kondisi
  • Mungkin diperlukan kehadiran pakar lain yang membantu meningkatkan penelitian. Jangan sampai dicari yang tahan penyakit X, sewaktu ditemukan genotipanya penyakit X-nya sendiri di alam sudah berubah ras-nya
  • Gunakan selalu kontrol sehingga yang dipilih memang lebih baik. Pada saat awal sebaiknya seleksi jangan terlalu ketat karena masalah interaksi genotipe x lingkungan bisa sangat mengganggu. Bisakah seleksi dilakukan diluar lingkungan tujuan misalkan tahan asam bisakah dillakukan di lahan normal atau kita harus pergi jauh ke lahan asam
  • Gunakan kriteria seleksi sesuai dengan tujuan dan metode yang digunakan
  • Bila digunakan seleksi dengan beberapa peubah, apakah dilakukan simultan atau bertahap?
  • Bila dilakukan dilahan yang cukup luas, apakah data lapangan bisa langsung digunakan atau dikoreksi lebih dahulu ?
  • Sering dalam seleksi kita mengambil jumlah yang kalau dihitung dengan persen membentuk angka yang tidak umum misalkan 7 % atau 16 %, disini untuk menghitung kemajuan seleksi, diferensial seleksinya (k) harus dihitung terlebih dahulu , atau kalau “populasinya” lebih kecil dari 100 harus digunakan k pada populasi kecil.

2.2.3 Melakukan Pengujian

  • Pengerian a = taraf nyata, yang dalam bidang Biologi biasa digunakan 5 %, berbeda nyata,ditandai dengan * dan ** = 1 %, berbeda sangat nyata, dalam kenyataan misalkan kita menemukan 5.1 % apakah akan dibuang karena tidak nyata ?. Dalam kasus seperti ini biasanya yang disampakan adalah besarnya a dalam melakukan tindakan selanjutnya bukan berpedoman pada 1 dan 5 %
  • Pengertian galat (ei) ~ NID (0, s2), sebaran normal dalam kemajuan seleksi asumsi ini digunakan sehingga realitas bisa berbias karena tidak dipenuhinya asumsi dan penggunaan diferensial seleksi yang salah.
  • Dalam menentukan hasil akhir biasanya melalui beberapa tahapan, misalnya uji daya hasil pendahuluan, uji multi lokasi dan sebagainya.
  • Yang jadi masalah adalah seberapa jauh kita bisa membedakan nilai genetic dari nilai fenotipik yang ada karena yang dipilih adalah nilai genetic dan memerlukan pengujian yang tepat
img2-2-2 img2-2-3

Contoh Lahan Uji Daya Hasil Pendahuluan dan Uji Multilokasi

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.