Archive for 8.1 Uji Daya Hasil Pendahuluan

Uji Daya Hasil Pendahuluan

8.1 UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN

Uji daya hasil pendahuluan dilakukan pada tahap akhir karena di awal kegiatan, jumlah nomor atau entri selain banyak juga belum mantap (segregasi, keseimbangan Hardy Weinberg). Pada UDHP ini biasanya jumlah entri/galur yang dimiliki masih banyak, tetapi dengan jumlah benih yang terbatas sehingga dilakukan atau diuji pada satu lokasi, satu musim. Oleh karenanya, penanaman di lapangan hanya berupa petak tunggal atau hanya beberapa baris (± 5) sepanjang 3-4 m dengan 1 biji/lubang.

Rancangan lingkungan yang digunakan dapat berupa RAL, RKLT, RBSL, ataupun Kisi. Berikut contoh sidik ragam UDHP berdasarkan rancangan lingkungan yang digunakan.

A. Rancangan Acak Lengkap

Sumber Keragaman Derajat Bebas Kuadrat Tengah E(KT)
Faktor Koreksi 1
Galur g-1 M1 σ2 + rσ2g
Galat g (r-1) M1 σ2
Total gr
  • Hipotesa : H0 : σ2g = 0, H1 : σ2g ≠ 0 diuji dengan G = M1/M2
  • Ragam lingkungan besarnya diduga oleh KT galat (σ2)
  • Ragam genetik (σ2g) = (M1-M2)/r
  • Ragam fenotipik = σ2/r + σ2g

B. Rancangan Kelompok Lengkap Teracak

Sumber Keragaman Derajat Bebas Kuadrat Tengah E(KT)
Faktor Koreksi 1
Kelompok r-1 M1 σ2 + gσ2k
Galur g-1 M2 σ2 + rσ2g
Galat g (r-1) σ2
Total gr

Model aditif linearnya :

clip_image001

Dimana β dan G adalah pengaruh kelompok dan genotipe

Di sini penduga ragam genetik Vg = (M2–M3)/r, bentuknya sama dengan untuk RAL sehingga formula ragam dari ragam genetiknya juga serupa.

Di sini ragam fenotipe adalah σ2g + σ2/r

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.