Archive for 12 Konservasi Sumber Daya Plasma Nutfah Pemuliaan

Bab 12 Konservasi Sumber Daya Plasma Nutfah Pemuliaan

Pokok Bahasan 12

Konservasi Sumber Daya Plasma Nutfah Pemuliaan
PENDAHULUAN

Deskripsi

Pokok bahasan ini menjelaskan tentang metode konservasi plasma nutfah, laboratorium sumber daya plasma nutfah nasional, dan jaringan internasional untuk konservasi SDG.

Sub Pokok Bahasan

Pokok bahasan tentang konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan akan mencakup tiga sub pokok bahasan yaitu :

  1. Metode Pembentukan Konservasi Plasma Nutfah
  2. Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Nasional
  3. Jaringan Internasional untuk Konservasi SDG

Relevansi Pokok Bahasan

Plasma nutfah adalah salah satu SDA yang sangat penting karena tanpa plasma nutfah kita tidak dapat memuliakan tanaman, membentuk kultivar/ras baru karena itu plasma nutfah harus dikelola secara tepat sehingga dari plasma nutfah tersebut breeder dapat mengembangkan kultivar-kultivar unggul. Plasma nutfah harus dikonservasi karena plasma nutfah sering mengalami erosi genetik yang mengakibatkan jumlahnya semakin menurun.

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan metode dalam konservasi sumber daya plasma nutfah pemuliaan.

Leave a comment »

Metode Pembentukan Konservasi Plasma Nutfah

Sub Pokok Bahasan 12.1

Metode Pembentukan Konservasi Plasma Nutfah

Plasma Nutfah adalah sumber daya genetik yang digunakan pemulia untuk mengembangkan varietas/kultivar baru. Plasma nutfah dapat berupa biji/benih. Sumber plasma nutfah yang berupa biji/benih biasanya berasal dari tanaman baru/lama/landrace. Landrace adalah bentuk-bentuk hasil seleksi dari tanaman yang sudah dibudidayakan. Tanaman yang berhasil dibudidayakan oleh petani berasal dari tanaman liar. Sumber plasma nutfah yang lain adalah propagula, yaitu bagian-bagian kecil tanaman yang dapat berkembang biak.

Plasma nutfah adalah salah satu SDA yang sangat penting karena tanpa plasma nutfah kita tidak dapat memuliakan tanaman, membentuk kultivar/ras baru karena itu plasma nutfah harus dikelola secara tepat sehingga dari plasma nutfah tersebut pemulia dapat mengembangkan kultivar-kultivar unggul. Plasma nutfah harus dikonservasi karena plasma nutfah sering mengalami erosi genetik yang mengakibatkan jumlah plasma nutfah semakin menurun.

Kemajuan pemuliaan tanaman (melalui seleksi) di satu pihak menguntungkan manusia dan di lain pihak merugikan, yaitu dengan adanya pemurnian bentuk-bentuk landras yang heterogen yang mengakibatkan ada bentuk-bentuk yang terbuang dan pembuangan ini dapat menimbulkan erosi genetik. Sehingga harus dipikirkan masak-masak genotipe mana yang harus dibuang/disimpan (yang mempunyai nilai genetik kecil yang dibuang). Selain itu adanya seleksi dan pemurnian tersebut dapat menyebabkan keseragaman meningkat sehingga tidak tahan terhadap berbagai deraan alam.

Erosi genetik selain disebabkan oleh manusia juga bisa karena seperti kebakaran hutan, bencana alam, dll. Sebagai pemulia, cara yang digunakan untuk mengatasi erosi yang disebabkan oleh bencana alam/perlakuan manusia adalah :

  1. introduksi
  2. eksplorasi
  3. mutasi

Untuk mengatasi kerusakan plasma nutfah, pemerintah membentuk badan penelitian dan pengembangan (litbang) yang bertanggung jawab terhadap pelestarian plasma nutfah. balitbang-balitbang plasma nutfah di daerah-daerah.memiliki mandat untuk mengembangkan plasma nutfah. Di sektor pertanian, kewajiban dan tanggung jawab keplasmanutfahan dibebankan kepada Badan Litbang Pertanian Deptan beserta pusat-pusat penelitian dan pengembangan yang mempunyai mandat serta program. Mandat dan program tersebut untuk bidang pangan dilaksanakan antara lain oleh Balitbio, yang ditunjuk sebagai pemegang mandat pengelola keplasmanutfahan nasional.img12-1-1

Balai Penelitian Sayuran

Pelestarian plasma nutfah SDG tanaman pangan akan menentukan keberhasilan program pembangunan bidang pangan. Kecukupan pangan yang diidamkan akan tergantung kepada keragaman plasma nutfah yang dimiliki karena pada hakikatnya varietas unggul yang sudah, sedang & akan dirakit adalah merupakan perpaduan dari keragaman genetik khusus yang diinginkan & merupakan varietas unggul yang diharapkan. Oleh karena itu semua perlu menyadari betapa pentingnya untuk melakukan pelestarian plasma nutfah.

Keadaan tersebut harus diikuti dengan tindakan nyata yang dapat meminimalkan kendala-kendala yang dihadapi. Konsep pelestarian/konservasi Sumber Daya Genetik (SDG) tidak lepas dari bagaimana SDG tersebut dapat dimanfaatkan secara ekonomi, layak, dan secara lingkungan (ekologi) dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemanfaatan SDG banyak negara yang dapat mencukupi pangan bagi warganya. Demikian juga di Indonesia dengan melakukan pemuliaan yang efisien telah berhasil diperoleh dan dilepas sejumlah varietas unggul dari berbagai jenis tanaman.img12-1-2

Plasma nutfah hasil konservasi IPB
Sumber: web.ipb.ac.id/~lppm/in dex.php?view=penelitian/rui

Leave a comment »

Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Nasional (NPGS)

Sub Pokok Bahasan 12.2

Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Nasional (NPGS)

Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Amerika terletak di Beltsville, Maryland USA. Laboratorium ini bertugas:

  1. Menerima dan mencatat semua plasma nutfah benih, hasil introduksi dll yang berasal dari luar negeri.
  2. Mendistribusikan dan mengkoordinasikan pertukaran plasma nutfah ke negara-negara lain juga sebagai pusat karantina.
  3. Mengeluarkan sertifikat bagi benih, tanaman atau materi pemuliaan lain bila akan import/ eksport.

NPGS memiliki stasiun plasma nutfah regional di tingkat propinsi sehingga mempermudah pendistribusian plasma nutfah ke daerah-daerah. Fungsi stasiun plasma nutfah regional adalah:

  1. Menentukan plasma nutfah apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayah tersebut.
  2. Membantu melakukan eksplorasi luar negeri untuk mendapatkan materi-materi pemuliaan yang bermanfaat untuk mengisi kekosongan materi tanaman di daerah tersebut.
  3. Menggandakan plasma nutfah yang diterima dan mengevaluasi plasma nutfah yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat untuk memelihara tanaman-tanaman yang baru/ benih koleksi yang baru yang mempunyai daya adaptasi wilayah dengan kisaran variabilitas genetik paling kecil dari setiap strain-strain tanaman yang diharapkan.
  4. Menyebarluaskan benih-benih/ asesi tanaman kepada para ilmuwan dari seluruh dunia secara luas.

Leave a comment »

Jaringan Internasional untuk Konservasi SDG

Sub Pokok Bahasan 12.3

Jaringan Internasional untuk Konservasi SDG

Kegiatan pengkoleksian, pengklasifikasian, dan konservasi Sumber Daya Genetik sudah sejak dulu dilakukan, tetapi masih sangat sedikit & sangat terlambat. Koleksi terbesar telah dibangun oleh Vavilov di St. Petesburg yang terdiri dari > 250 ribu asesi.

Banyak introduksi awal yang hilang karena evaluasi yang dilakukan oleh para breeder & banyak yang dibuang akibat beberapa faktor seperti fertilitas, penyimpanan panen (storage), tidak tersedianya dana yang cukup & kekurangan tenaga yang terlatih. Koleksi plasma nutfah dilakukan oleh banyak negara dan breeder dari pemerintah/swasta, tetapi informasi umum tentang asesi dari koleksi sering susah didapat.

Dalam tahun-tahun terakhir telah diusahakan adanya pembangunan suatu jaringan internasional untuk konservasi SDG. Sekumpulan negara-negara donor, bank pembangunan & yayasan telah mendirikan suatu badan internasional untuk SDG tanaman (BI-SDGT) atau IB-DGR (International Board for Plant Genetic Resources) dengan kantor pusat di bawah organisasi pertanian dan pangan dunia (FAO). Fungsi dari IB-SDGT adalah sebagai berikut:

  • mengembangkan suatu pandangan tentang konservasi SDG yang luas untuk mempromosikan dan mengkoordinasi negara-negara dalam rangka mengkonservasi plasma nutfah tanaman-tanaman utama
  • membantu lembaga-lembaga yang tepat/cocok untuk memperluas dan mengembangkan kemampuannya untuk penyimpanan, evaluasi dan koleksi plasma nutfah.

Koleksi- koleksi tanaman di dunia antara lain bertempat di :

  1. CIMMYT ( International Maize Wheat Improvement Center)
    Koleksi : jagung & gandum
    Tempat : Mexico
  2. ICRISAT (International Crops Research Institute for The Semi Arid Tropic)
    Koleksi : sorgum, kacang tanah
    Tempat : India
  3. AVRDC (Asian Vegetable Research and Development Center)
    Koleksi : kacang hijau, kedelai, tomat, kubis cina, selada
    Tempat : Taiwan
  4. CIAT (International Center for Tropical Agriculture)
    Koleksi : Dry bean, ubi kayu, tanaman pangan tropik
    Tempat : Cali, Colombia
  5. IITA (International Institute for Tropical Agriculture)
    Koleksi : kacang kapri, ubi kayu, ubi jalar
  6. CIP (International Potato Center)
    Koleksi : kentang, ubi jalar
    Tempat : Lima, Peru
  7. ICARDA (International Center for Agricultural Research in Dry Areas)
    Koleksi : terigu, gandum barley, kacang-kacangan berdaun lebar
    Tempat : Alippo, Syria

SISTEM PLASMA NUTFAH AMERIKA SERIKAT

Introduksi plasma nutfah tanaman pada awalnya dilakukan di USA. Tahun 1819 semua staf AS diinstruksikan untuk mengumpulkan benih dan tanaman yang potensial untuk dibudidaya di AS. Sekitar tahun 1898. Deptan AS mendirikan suatu kantor yang mengurusi introduksi benih-benih tanaman asal luar negeri yang disebut dengan kantor urusan introduksi tanaman asal luar negeri (OFPI).

Program AS untuk mengkonservasi plasma nutfah berkembang menjadi suatu sistem plasma nutfah nasional (National Plant Germplasm System atau NPGS). Sekarang sistem model tersebut dipakai untuk program SDG nasional dari Deptan AS.

Kegiatan koleksi & konservasinya plasma nutfah memegang peranan penting. Evaluasi terhadap sumber daya plasma nutfah dan penyebaran informasi tentang asesi-asesi penting untuk dilakukan dan harus didokumentasi sehingga para breeder dapat mengidentifikasi strain-strain yang bermanfaat dan berpotensi. Untuk itu diperlukan sistem informasi secara komputerisasi.

Oleh karena itu, Deptan USA mengembangkan sistem jaringan sumber daya plasma nutfah dengan menggunakan perlengkapan komputer/ disebut Germplasm Resource Information Network (GRIN). GRIN terletak di pusat penelitian Beltsville Maryland di dekat Washington DC. Sistem ini mengandung informasi yang tersimpan dalam komputer untuk semua asesi yang tersimpan di NPGS. Informasi ini sangat diperlukan oleh breeder untuk menyaring beribu-ribu genotipe untuk mendapatkan sumber gen yang diinginkan.

Introduksi benih dan tanaman

  • Contohnya tanaman kedelai yang awalnya merupakan tanaman introduksi yang kemudian menjadi tanaman utama di USA dalam kurun waktu > 60 tahun.
  • Sebagai hasil dari suatu ekspedisi ke timur jauh, telah diintroduksikan lebih dari 3000 asesi kedelai.
  • Materi benih-benih tanaman telah dikumpulkan dan diintroduksikan ke USA oleh Deptan USA, kebun-kebun percobaan negara & swasta yang tersedia bagi breeder untuk mengembangbiakkan koleksi individunya.

Sumber daya plasma nutfah dan konservasinya

  • Awal imigran ke USA membawa biji-bijian dan tanaman yang diperlukan atau impor benih/tanaman introduksi.
  • Tanpa introduksi benih/tanaman, petani-petani USA & Kanada tidak akan mengusahakan tanaman gandum, padi, sorgum, berbagai rumput, tanaman pangan, tebu, dll.
  • Beberapa tanaman yang berasal dari USA sendiri kebanyakan di luar batas USA & Kanada, seperti jagung, tembakau, kacang buncis, bunga matahari, beberapa bentuk tanaman kapas, ada pula beberapa jenis rumput asli USA.
  • Awal petani datang ke USA berasal dari negara-negara lain yang jauh terpisah yang membutuhkan berbagai ragam kultivar/strain dari berbagai jenis tanaman.
  • Melalui trial & error, beberapa diantaranya ada yang berhasil beradaptasi baik dalam kondisi ekologi yang beragam sehingga berkembang menjadi terkenal dan diperhitungkan.

Leave a comment »

Penutup

PENUTUP

  1. Setelah membaca materi dari pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami keseluruhan materi.
  2. Apabila pemahaman kurang dari 70%, mahasiswa diharapkan membaca ulang materi pokok bahasan ini.
  3. Untuk memperjelas materi sesuai pokok bahasan atau menambah wawasan terkait dengan bahasan dalam sub-sub pokok bahasan, disediakan power point bahan ajar serta artikel relevan lainnya dalam format PDF

Bahan Kuliah :

    Metode Pembentukan Konservasi Plasma Nutfah.pdf
    Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Nasional.pdf
    Jaringan Internasional Untuk Konservasi Sumber Daya Genetik.pdf

    Metode Pembentukan Konservasi Plasma Nutfah.pps
    Laboratorium Sumber Daya Plasma Nutfah Nasional.pps
    Jaringan Internasional Untuk Konservasi Sumber Daya Genetik.pps

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.