Bentuk-bentuk Interaksi G*E

Sub Pokok Bahasan 10.1

Bentuk-bentuk Interaksi G*E

Lingkungan (E) adalah segala sesuatu yang berada di luar genotipe, yang dapat berupa lingkungan makro yaitu lokasi, musim/tahun (G*E) dan lingkungan mikro yaitu lingkungan di sekeliling tanaman yang meliputi cekaman abiotik (terutama faktor edafik), cekaman biotik (OPT: hama, penyakit, gulma), kondisi filosfer (suhu, RH, sinar matahari), dan kompetisi antar tanaman.

Penampilan tanaman atau yang umum disebut sebagai fenotipe (P), pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor genetik (G) dan lingkungan (E). Namun selain itu terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi penampilan tanaman di lapangan, yaitu interaksi genetik dengan lingkungan (G*E). Secara formulasi ditampilkan sebagai berikut :img10-1-1

Bentuk-bentuk interaksi G*E sendiri dapat dijelaskan sebagai berikut:img10-1-2

Interaksi G*E dapat dijelaskan secara statistik, genetika biometrik, dan biologi atau terminologi fisik. Secara genetika biometric, interaksi G*E dijabarkan dalam bentuk aksi gen aditif, dominan, dan epistasis. Adapun secara biologi atau terminologi fisik, analisis G*E berupa regresi yang beragam pada beberapa lingkungan (sub-super-optimal), periode, perbedaan skala pengukuran, dan adanya faktor stress, sehingga interpretasi akan tergantung skala analisis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: