Uji Multilokasi

8.3 UJI MULTILOKASI

Dalam pemuliaan pengertian lingkungan biasanya dijabarkan dalam lokasi dan tahun/musim sehingga minimal percobaan dilakukan di 2 lokasi dan 2 tahun/musim sehingga ada 4 kondisi lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi pengaruh bias yang besar pada pengujian yang dilakukan pada satu lokasi atau musim karena adanya pengaruh interaksi baik T x V, maupun L x V yang cukup besar.

Garis besar sidik ragam untuk uji multilokasi ini adalah sebagai berikut :

Sumber Keragaman

Derajat Bebas

KT

E(KT)

Musim

m -1

Lokasi

l -1

Ulangan/ML

ml (r-1)

Genotipe

g -1

M1

σ2 + rσ2gml + rlσ2gm + rmσ2gl + rmlσ2g

G x M

(g-1)(m-1)

M2

σ2 + rσ2gml + rlσ2gm

G x L

(g-1)(l-1)

M3

σ2 + rσ2gml + rmσ2gl

G x Mx L

(g-1)(m-1)(l-1)

M4

σ2 + rσ2gml

Galat

ml (r-1)(g-1)

M5

σ2

Total

rgm -1

Dari E(KT) sidik ragam di atas dapat dilihat bahwa untuk menduga :

  • Ragam interaksi G x Mx L = (M4 – M5)/r
  • Ragam interaksi G x L = (M3 – M4)/rm
  • Ragam interaksi G x M= (M2 – M4)rl
  • Ragam genetik = ((M1+M4)–(M2+M3))/rml

Sedangkan pengujian ada tidaknya ragam :

  • Interaksi G x M x L, F = M4/M5
  • Interaksi G x L, F = M3/M4
  • Interaksi G x M, F = M2/M4

Ragam fenotipik didefinisikan sebagai :

clip_image003

Sehingga, bila kita hanya mengandalkan pengamatan ragam fenotipik hanya dari satu lokasi/musim saja, pendugaannya akan berbias karena adanya ragam interaksi tingkat 2 (genotipe x lokasi dan genotipa x musim) dan ragam interaksi tingkat 3 (genotipe x musim x lokasi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: