Seleksi Langsung

Sub Pokok Bahasan 6.2

Seleksi Langsung

6.2.1. Seleksi Langsung

Seleksi langsung dapat diartikan sebagai pemilihan secara langsung genotipe- genotipe terbaik berdasarkan karakter-karakter yang memenuhi kriteria seleksi. Seleksi langsung dapat dikategorikan ke dalam seleksi langsung berdasarkan satu sifat dan seleksi langsung terhadap beberapa sifat. Sehubungan dengan seleksi terhadap banyak sifat, metode yang dapat dipilih adalah :

  1. Seleksi berurutan (Tandem Selection/TS)Seleksi dikerjakan terhadap satu sifat yang paling penting, baru seleksi sifat lainnya. Kekurangan seleksi ini adalah genotipe dengan sifat lain yang baik dapat terbuang kalau saat seleksi sifat sebelumnya performanya tidak baik.
  2. Seleksi simultan (Independent Culling Lecel/ICL)Pada seleksi ini ditentukan batas-batas minimal berbagai sifat. Grup individu yang memiliki nilai di atas batas minimal tersebut yang dipilih. Kelebihannya dibanding metode sebelumnya adalah dapat melihat kedua sifat sekaligus. Adapun kerugiannya adalah intensitas seleksi antar karakter tidak bebas, sedang pada metode sebelumnya bebas menentukan intensitas seleksi antar sifat.
  3. Seleksi indeks (Index Selection)Seleksi ini dapat mengatasi kekurangan dua metode sebelumnya. Pada seleksi ini, diperlukan nilai ekonomis relatif, penduga ragam fenotipe, ragam fenotipe, serta kedua peragam genotipe dan fenotipe untuk memperoleh nilai-nilai hubungan indeksnya. Hanya individu yang berindeks tertinggi yang dipilih untuk diteruskan ke generasi-generasi seleksi selanjutnya. Batas minimum untuk tiap sifat adalah saling bebas. Jadi individu-individu yang mungkin harus dibuang menurut metode simultan mungkin masih bisa dipergunakan dalam metode seleksi indeks. Contoh :Indeks : b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + … + bnXndi mana x adalah karakter, koefisien b ditentukan oleh nilai korelasi dan nilai ekonomi relatif.

6.2.2. Pendugaan Kemajuan Seleksi

Kemajuan seleksi dapat diartikan sebagai nilai kemajuan genetik secara teoritis yang merupakan besarnya kenaikan hasil yang akan diperoleh akibat dilakukannya kegiatan seleksi terhadap suatu populasi tanaman. Untuk mengetahui seberapa besar kemajuan seleksi yang diperoleh, diperlukan pengetahuan tentang populasi dan keragamannya serta besarnya angka heritabilitas.

Sebagai ilustrasi digunakan program pemuliaan tanaman jagung yang bertujuan meningkatkan produksi. Sebagai populasi dasar adalah sejumlah m individu, mempunyai rata-rata berat biji per tongkol P1 = 210 gram, s = 40 gram. Seleksi dilakukan terhadap n individu yang mempunyai berat biji per tongkol > 270 gram, yang rata-ratanya Pp = 300 gram, maka Pp-P1 = 90 gram. Nilai ini dinamakan diferensial seleksi (selection differential), ?P. Pada populasi dengan jumlah anggota besar dan mengikuti sebaran normal, rata-rata P1 fenotipe dapat dianggap sebagai rata-rata G1 genotipenya.

Selanjutnya, tanaman terpilih dengan rata-rata Pp tersebut, ditanam dan mengalami persilangan secara acak, rata-ratanya kita sebut sebagai P2 yang diasumsikan sebagai rata-rata G2 genotipenya. Dengan asumsi kondisi lingkungan F1 sama dengan generasi sebelumnya, maka G2-G1 disebut kemajuan seleksi dan diberi notasi ?G.img6-2-1

di mana k adalah intensitas seleksi, sP adalah simpangan baku fenotipe populasi dasar, dan H adalah besarnya angka heritabilitas populasi tersebut.

Besarnya intensitas seleksi k sangat tergantung pada jumlah individu yang terpilih n dari populasi dasar m, nilai rata-rata fenotipe, dan simpangan baku dari populasi dasar. Intensitas seleksi sendiri akan mempengaruhi besarnya diferensial seleksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: