Seleksi Tidak Langsung

Sub Pokok Bahasan 6.3

Seleksi Tidak Langsung

Seleksi tidak langsung dapat diartikan sebagai pemilihan secara tidak langsung genotipe-genotipe terbaik berdasarkan karakter-karakter yang dinilai memiliki hubungan dengan tujuan akhir program pemuliaan, misalnya karakter daya hasil, ketahanan terhadap penyakit, dan lain sebagainya.

6.3.1. Korelasi Antar Karakter

Analisis korelasi merupakan analisis untuk mengetahui keeratan hubungan antar dua peubah atau lebih. Analisis ini menyediakan pengukuran derajat hubungan antar peubah atau kebaikan suai (goodness of fit) dari hubungan yang diutarakan pada data yang sedang ditangani. Keeratan hubungan antar karakter ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r) yang nilainya berkisar antara -1 hingga +1. Semakin dekat koefisien korelasi dengan salah satu dari kedua nilai tersebut, maka keeratan hubungan antar karakter semakin baik. Rumus korelasi sendiri adalah :img6-3-1

Dalam kaitannya dengan seleksi, analisis ini dapat digunakan untuk mengetahui karakter morfologi mana yang berkorelasi dengan hasil, sehingga dapat dijadikan karakter seleksi.

6.3.2. Analisis Lintas

Analisis lintas merupakan bentuk analisis regresi linear terstruktur dengan peubah-peubah yang dibakukan yang dapat menguraikan koefisien korelasi menjadi pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Analisis lintas dapat menggabungkan keterangan kuantitatif yang diperoleh dari koefisien korelasi dengan keterangan kualitatif melalui hubungan kausal yang telah dirumuskan peneliti sehingga diperoleh informasi yang kuantitatif.

Menurut Singh dan Chaudary (1979), ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menarik kesimpulan pada analisis lintas, yaitu :

  1. Jika korelasi antara peubah hampir sama dengan pengaruh langsungnya maka korelasi tersebut menjelaskan hubungan yang sebenarnya dan seleksi langsung melalui peubah tersebut akan efektif
  2. Jika korelasi positif tetapi pengaruh langsungnya negatif maka pengaruh tidak langsunglah yang menyebabkan korelasi tersebut. Pengaruh tak langsung ini merupakan peubah yang harus diperhatikan lebih lanjut
  3. Jika korelasi negatif dan kecil sedangkan pengaruh langsungnya positif dan besar maka pemilihan model selanjutnya yang dilakukan harus dengan pembatasan yang benar agar pengaruh peubah tak langsung menjadi hilang, sehingga pengaruh langsung bisa lebih berguna.

Contoh diagram lintasan yang menunjukkan pengaruh langsung dan tak langsung beberapa karakter morfologi pala terhadap produksinya adalah :img6-3-2img6-3-31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: