Rambu-rambu Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman

Sub Pokok
Bahasan 2.2

Rambu-rambu Tahap-tahap Pemuliaan Tanaman

2.2.1 Pembentukan Populasi

  • Populasi dapat dibentuk melalui :koleksi, introduksi, persilangan, mutasi atau fusi; disini perlu konsepsi (loko perlu bahan bakar)
  • Dalam mengetahui populasi perlu parameter populasi (x, s2, α3 (skewness), α4(kurtosis), sebaran normal), sehingga kita punya keyakinan kuat populasi ini akan menghasilkan varietas unggul
    seperti didefinsikan.
  • Rancangan percobaan yang dapat digunakan dalam membentuk populasi ini membutuhkan asumsi, α, contoh : galat (εi) ~ NID (0, σ2), resiko-bias. Dalam hal ini, α = taraf nyata, 1- α = peluang (selang kepercayaan). Dalam biologi, * = 5 %, berbeda nyata dan ** = 1 %, berbeda sangat nyata. Skema rancangan percobaan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

img2-2-4

  • Kadang “populasi” yang kita miliki tidak cukup besar dengan kata lain kita hanya punya contoh yang ukurannya kecil sehingga tidak bisa mewakili populasi. Hal ini hanya bisa diatasi dengan memperbesar ukuran contoh sehingga memadai. Terkecuali memang masih sedang dalam proses dan
    kita ingin mengevaluasinya
  • Sifat yang diamati dalam populasi dahulu dilakukan pada sifat-sifat yang kasat mata seperti tinggi tanaman banyak anakan, panjang malai dan seterusnya. Saat kini lebih ke pengamatan mikro seperti kandungan protein, kandungan gula, kandungan minyak, dan seterusnya.
  • Sistem perkembangbiakan tanaman akan menentukan arah macam varietas yang akan dihasilkan :

img2-2-1

  • Pengertian genetic quantitative model, dimana ada beberapa konsepsi dimulai dari adanya hubungan kekerabatan baik regresi korelasi, maupun inbreeding, konsep nilai, ragam dan peragam, adanya sifat aditif dan dominan dimana dari tetua hanya diturunkan sifat aditif pada anak-anaknya, konsepsi persilangan yang didasari dari hubungan saudara sekandung (Full Sib) dan saudara tiri (Half Sib) yang kesemuanya mengandung besaran ragam aditif dan dominan.
  • Sewaktu menyusun skenario awal lebih baik dibentuk lebih dari satu populasiPemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas unggul sebenarnya didasari dari pengertian genetika Mendel yang bisa dikembangkan lewat labolatorium atau di lapangan yang masing-masaing memerlukan ilmu-ilmu dasar yang berkembang sangat berbeda, dari labolatorium akan dihasilkan plantlet sedang dari lapangan akan dihasilkan populasi, keduanya sebelum dilepas menjadi varietas harus melalui uji adaptabilitas dan stabilitas, yang akhir-akhir ini oleh pemulia lebih dipersoalkan mana uji yang
    memiliki repeatabilitas yang tinggi.

2.2.2 Melakukan Seleksi

  • Seleksi dalam hal ini mencakup seleksi untuk memilih tetua atau galur pada populasi bersegregasi
  • Rancangan percobaan yang digunakan, bisa RAL, RKLT, RBSL, RPT, Rancangan Kisi mapun Rancangan Augmented, sesuai dengan situasi dan kondisi
  • Mungkin diperlukan kehadiran pakar lain yang membantu meningkatkan penelitian. Jangan sampai dicari yang tahan penyakit X, sewaktu ditemukan genotipanya penyakit X-nya sendiri di alam sudah berubah ras-nya
  • Gunakan selalu kontrol sehingga yang dipilih memang lebih baik. Pada saat awal sebaiknya seleksi jangan terlalu ketat karena masalah interaksi genotipe x lingkungan bisa sangat mengganggu. Bisakah seleksi dilakukan diluar lingkungan tujuan misalkan tahan asam bisakah dillakukan di lahan normal atau kita harus pergi jauh ke lahan asam
  • Gunakan kriteria seleksi sesuai dengan tujuan dan metode yang digunakan
  • Bila digunakan seleksi dengan beberapa peubah, apakah dilakukan simultan atau bertahap?
  • Bila dilakukan dilahan yang cukup luas, apakah data lapangan bisa langsung digunakan atau dikoreksi lebih dahulu ?
  • Sering dalam seleksi kita mengambil jumlah yang kalau dihitung dengan persen membentuk angka yang tidak umum misalkan 7 % atau 16 %, disini untuk menghitung kemajuan seleksi, diferensial seleksinya (k) harus dihitung terlebih dahulu , atau kalau “populasinya” lebih kecil dari 100 harus digunakan k pada populasi kecil.

2.2.3 Melakukan Pengujian

  • Pengerian a = taraf nyata, yang dalam bidang Biologi biasa digunakan 5 %, berbeda nyata,ditandai dengan * dan ** = 1 %, berbeda sangat nyata, dalam kenyataan misalkan kita menemukan 5.1 % apakah akan dibuang karena tidak nyata ?. Dalam kasus seperti ini biasanya yang disampakan adalah besarnya a dalam melakukan tindakan selanjutnya bukan berpedoman pada 1 dan 5 %
  • Pengertian galat (ei) ~ NID (0, s2), sebaran normal dalam kemajuan seleksi asumsi ini digunakan sehingga realitas bisa berbias karena tidak dipenuhinya asumsi dan penggunaan diferensial seleksi yang salah.
  • Dalam menentukan hasil akhir biasanya melalui beberapa tahapan, misalnya uji daya hasil pendahuluan, uji multi lokasi dan sebagainya.
  • Yang jadi masalah adalah seberapa jauh kita bisa membedakan nilai genetic dari nilai fenotipik yang ada karena yang dipilih adalah nilai genetic dan memerlukan pengujian yang tepat
img2-2-2 img2-2-3

Contoh Lahan Uji Daya Hasil Pendahuluan dan Uji Multilokasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: